Postingan

bab meditasi

Gambar
[31/1 22.41] Suhandono Wijoyokusumo: Kita masuk pembahasan meditasi ini kata kuncinya ADUKLAH AIR SAMPAI BELANGA ITU PECAH, KUNYAHLAH AIR SAMPAI TANGGAL SELURUH GIGI. kita bahas pelan pelan. [31/1 22.45] Suhandono Wijoyokusumo: Meditasi itu lakukan sampai finish jika ada garis start lakukan sampai finish, jika ada awalnya lakukan sampai akhir. [31/1 22.47] Suhandono Wijoyokusumo: Ketika kita memulai kita MENYUSURI ALAM ALAM RENDAH TERUS SAMPAI FINISH DI ALAM ALAM TINGGI. [31/1 22.48] Suhandono Wijoyokusumo: Jika memasak makanan maka masaklah hingga matang sempurna well done. [31/1 22.50] Suhandono Wijoyokusumo: Para sufi jika berdzikir atau ELING durasi minimumnya adalah 3 jam dibawah itu adalah main main. [31/1 22.54] Suhandono Wijoyokusumo: Para suci membuatkan simbol KETUHANAN sebagai sarana ELING simbol berfungsi seperti SAKLAR sekali tekan menyalakan semua lampu. [31/1 22.56] Suhandono Wijoyokusumo: Sekali tekan saklar terjadi terang dua kali tekan saklar lebih terang...

menyadari diri

Gambar
[31/1 11.03] Suhandono Wijoyokusumo: Kita masuk pembahasan bab MENYADARI DIRI SEBAGAI MANUSIA. [31/1 11.07] Suhandono Wijoyokusumo: Yang penting untuk disadari pertama kali adalah KITA DILAHIRKAN DAN PASTI AKAN MENEMUI KEMATIAN. pertama itu dulu yang dipakai saat kita bermeditasi. gunanya apa pak han agar kita ELING ATAU WASPADA bahasa agamanya TAQWA atau berhati hati. [31/1 11.10] Suhandono Wijoyokusumo: Waktu hidup manusia di dunia ini SINGKAT seperti orang bermimpi perasaan baru' kemarin  anak anak tahu tahu sudah tua. [31/1 11.12] Suhandono Wijoyokusumo: Tidak ada jaminan meninggal saat berumur tua, semuanya dapat terjadi tiba-tiba. [31/1 11.13] Suhandono Wijoyokusumo: Tiap detik yang dilalui adalah HADIAH sebaiknya pergunakan dengan bijak. [31/1 11.18] Suhandono Wijoyokusumo: Papa han sendiri pun meniti hari demi hari dengan pertanyaan pada diri apa yang bisa dilakukan yg terbaik hari ini. Niat baik lalu action untuk mewujudkan. perkara hasil pasrahkan pada Tuhan. [31/1 11.20]...

konsep

[27/1 18:50] Trisulavedha Kundalini: Hal hal baik yg telah kita lakukan tidak akan pernah hilang, yuk kita bahas hal ini. [27/1 18:55] Trisulavedha Kundalini: Kebaikan demi kebaikan yg kita lakukan TERGRAFIR di lapisan kesadaran, apa itu tergrafir ditulis dengan coakan mendalam sebagai hasil perjuangan anda. [27/1 20:41] Trisulavedha Kundalini: Untuk berbuat baik manusia butuh PERJUANGAN, alam semesta menghargai tiap kebaikan yg kita lakukan. [27/1 20:46] Trisulavedha Kundalini: Terjadinya proses kebaikan 99 % terjadi di diri manusia apabila terjadi output hanya tampak 1 % yg dapat dilihat manusia lain, karena 99 % pergolakan terjadi di diri manusia maka letupan letupan kecil yg keluar adalah karena sangat dahsyatnya reaksi yg timbul di diri manusia itu. [27/1 20:51] Trisulavedha Kundalini: Saat anda memasak air dan menutupnya, ketika sudah mendidih lalu ada uap yg menyembur keluar itu karena tekanan dalam panci atau ketel sangat kuat, dan ini sudah sewajarnya terjadi #riya 1% tawadhu ...

lokakarya tvk

Gambar

foto

Gambar

UN install program

Gambar
[23/1 17.45] Suhandono Wijoyokusumo: Kita masuk pembahasan UN INSTALL PROGRAM. [23/1 17.45] Suhandono Wijoyokusumo: Selama NODA BATIN atau kekotoran batin atau program yang usang yang telah rusak tidak di UN INSTALL atau dicopot pemasangannya maka selama itu program SALAH itu tetap BERJALAN [23/1 17.46] Suhandono Wijoyokusumo: Orang orang spiritual mengenal PROGRAM YANG SUDAH USANG di diri manusia adalah NODA BATIN ATAU KEKOTORAN BATIN [23/1 17.47] Suhandono Wijoyokusumo: Jaman dulu manusia tidak terlalu faham ketika dijelaskan bab UN INSTALL PROGRAM, seiring berjalannya waktu SEKARANG MANUSIA LEBIH FAHAM. [23/1 17.56] Suhandono Wijoyokusumo: Program program USANG yang seharusnya dicopot BERADA di LAPISAN LAPISAN KESADARAN MANUSIA. [23/1 18.32] Suhandono Wijoyokusumo: Karena manusia telah melewati tumimba lahir berulang kali dengan ruh dan jiwa yang sama maka lapisan lapisan KESADARAN merekam tiap peristiwa dan kejadian di tiap fase kehidupan. [23/1 18.34] Suhandono Wijoyokusumo: Peris...

Wand for high wizard volume 2

[21/1 18.19] Suhandono Wijoyokusumo: Kita lanjutkan ke pembahasan WAND FOR HIGHWIZARD volume 2 [21/1 18.31] Suhandono Wijoyokusumo: Papa Han biasa memakai tongkat dengan panjang 60 cm atau kadang 100 cm jika terlalu panjang di bawa naik mobil atau motor terlalu ribet. [21/1 18.38] Suhandono Wijoyokusumo: Beranda Mengapa Nabi dan Wali Bertongkat? Penyunting Sobirin- Senin, 10 Juni 19 | 13:51 WIB1655 Jakarta, Muslim Obsession – Tongkat menjadi benda yang sangat dekat dan setia menemani para nabi dan wali dalam perjuangan mensyiarkan agama Allah di muka bumi. Beberapa nabi yang bertongkat diantaranya adalah Rasulullah saw., Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Hidir, dan juga nabi-nabi yang lain. Memakai tongkat merupakan sunah para nabi, auliya dan kekasih Allah. Hal tersebut seperti dijelaskan Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Muhammad Nur Hayid atau Gus Hayid. “Karena itu, Imam Syafi’i juga bertongkat meskipun beliau masih kuat dan tidak tua. Saat ditanya sahabatnya, kenapa engkau bertongkat...