Postingan

kundalini

Kundalini dan Tulang Belakang Kundalini adalah salah satu konsep yang paling penting (jika tidak, yang paling penting) dalam yoga untuk dipahami. Kundalini adalah energi laten yang terpendam dalam diri setiap manusia. Gagasan umum kundalini telah dituangkan dalam Upanishad lebih dari 3.000 tahun yang lalu, dan menjadi teori pendorong di balik hampir setiap aspek yoga yang kita kenal sekarang. Tujuan dari berlatih yoga, kita diberitahu, adalah untuk mengangkat energi kundalini di tulang belakang sampai ke otak dan keluar tubuh, sehingga mengalami samadhi, kebahagiaan, dan bahkan pencerahan. Energi ini berada di tulang ekor (dasar tulang belakang), dan naik ke tulang belakang menuju otak saat kita menjalani kehidupan normal kita. Ini adalah kemajuan bertahap menuju pencerahan. Mengontrol Siklus Kundalini Dibutuhkan banyak “siklus” energi ini bergerak naik dan turun untuk mencapai keadaan tercerahkan itu; tapi untungnya, ilmu yoga telah menemukan jalan pintas: meditasi. Meditasi adalah pr...

sisa TUMIMBA LAHIR

[25/10 20.33] Suhandono Wijoyokusumo: Kita masuk ke pembahasan SISA TUMIMBA LAHIR MASTER KUNDALINI. [25/10 20.36] Suhandono Wijoyokusumo: Pembahasan ini sangat penting agar anda tahu apa yang terjadi pada diri anda saat anda berkultivasi KUNDALINI. [25/10 20.39] Suhandono Wijoyokusumo: Sisa reinkarnasi atau tumimba lahir ditentukan pada keadaan KUNDALINI anda berada di Chakra yang terakhir anda evolusi. [25/10 20.42] Suhandono Wijoyokusumo: Cepatnya pemurnian di sebuah CHAKRA selain atas berkat dari Tuhan juga akibat dari PERJUANGAN ANDA melakukan treatment dan latihan di sebuah CHAKRA. [25/10 20.46] Suhandono Wijoyokusumo: Anda dapat MENOLONG DIRI SENDIRI DENGAN MELAKUKAN PENEBUSAN KARMA minimal kundalini anda sudah sampai di CHAKRA ANAHATA. [25/10 20.56] Suhandono Wijoyokusumo: Di perkumpulan kundalini di mana pun di dunia ini dari jaman kuno yang perlu diperhatikan oleh para master DILAKUKAN SECARA BERSAMA SAMA ATAU DALAM LINGKUP KOMUNITAS. [25/10 21.36] Suhandono Wijoyokusumo: Apa ...

cerita

Gambar
[24/10 21:32] Trisulavedha Kundalini: Cerita malam, beberapa bulan lalu berbicara dengan teman bab SUDAH HABIS JATAH REJEKINYA,  karena saat itu ada teman yg tiba tiba meninggal, maka itu papa han tidak terlalu ngoyo mencari rejeki sekedarnya saja asal cukup buat makan sudah, karena saat kita MEMATERIALISASI terlalu banyak maka jatah jatah yg lain ikut berkurang termasuk KESEHATAN KEBAHAGIAAN termasuk JATAH UMUR, jika satu kolam penuh dengan ikan maka ekosistem kolam akan terguncang akibatnya terjadi KEKACAUAN. [24/10 21:38] Trisulavedha Kundalini: Ada yg mensiasati dengan menyeimbangkan antara pendapatan dan sedekah, polanya adalah PERPUTARAN agar TABUNGAN SEMESTANYA TIDAK TERKURAS. [24/10 21:46] Trisulavedha Kundalini: Dan tidak ada yg MISKIN karena SEDEKAH, Kalau memanen sekedarnya saja SECUKUPNYA.

refleksi

JALAN JALAN ITU SUDAH TAMPAK TERANG KABUT KABUT SUDAH MULAI MENYINGKIR AKAN ADA PERBEDAAN ANTARA YANG SEJATI DAN PENUH KEPALSUAN, YANG PENUH KEPALSUAN AKAN MEMAKAN DIRINYA SENDIRI BUAH BUAH KEPALSUAN MULAI MENAMPAKAN HASILNYA BUKANLAH SEBUAH HUKUMAN YANG MENJATUHI MEREKA AKAN TETAPI DIRI MEREKALAH YANG TERBANG DENGAN SAYAP SAYAPNYA KE API YANG BERKOBAR KOBAR DAN MENYALA NYALA INI ADALAH SUATU KIASAN BAGI PARA PEMALSU YANG PENUH KEPALSUAN,  YANG PENUH DENGAN TIPU DAYA AKAN TERJEREMBAB DILUBANG YANG DIGALINYA SENDIRI MEREKA AKAN TERPEROSOK SEMAKIN DALAM BESERTA DENGAN ORANG ORANG YANG MENGIKUTINYA KARENA TIDAK ADA KUASA PADA MEREKA SEDIKITPUN INGATLAH PADA SEEKOR KELEDAI YANG MERINGKIK RINGKIK DIMALAM YANG KELAM MEMBERITAHU BAHWA DIRINYA ADALAH SEEKOR KUDA PERANG TIDAK ADA KUASA PADA DIRINYA MEMBUAT MELAMBUNG ANGANNYA TETAPLAH BERPIJAK DIBUMI JIKA MEREKA MAU MENGERTI, INGATLAH NYANYIAN SUNGAI KASIHNYA MENGALIR TANPA HENTI KERAJAANYA BERATAPKAN LANGIT DAN BERALASKAN BUMI  TIDAK A...

ruh sebuah ajaran

[22/10 12.44] Suhandono Wijoyokusumo: Kita masuk ke pembahasan MENCARI RUH DARI SEBUAH AJARAN. [22/10 12.45] Suhandono Wijoyokusumo: RUH SEBUAH AJARAN ADA PADA PEMBAWA AJARAN ITU. [22/10 12.47] Suhandono Wijoyokusumo: Kita terlalu naif bahkan tidak menggubris bahkan melupakan SANG PEMBAWA AJARAN. [22/10 12.49] Suhandono Wijoyokusumo: Suatu formula suatu tehnik suatu teori tanpa MENYERTAKAN RUH PEMBAWA AJARAN sebuah kesia siaan. [22/10 12.51] Suhandono Wijoyokusumo: Suatu MANTRA tanpa menyertakan RUH pembuat MANTRA menjadi TIDAK MANJUR atau tanpa ada yoninya. [22/10 12.53] Suhandono Wijoyokusumo: Kita nyaris MELUPAKAN RUH dari PEMBAWA AJARAN.

pancer

[19/10 21.34] Suhandono Wijoyokusumo: PANCER, Pancer atau Pusat juga dimaknai sebagai “Ruh” yang ada dalam diri manusia, yang akan mengendalikan kesadaran seseorang agar tetap “eling lan waspodo”, ingat pada Sang Pencipta dan menjadi insan yang bijaksana. Jadi sedulur papat berperan sebagai potensi / energi aktif, sedangkan pancer sebagai pengendali kesadarannya [19/10 21.36] Suhandono Wijoyokusumo: LANGSUNG KE PANCER ATAU KE PUSATNYA ATAU KE SUMBERNYA. [19/10 21.40] Suhandono Wijoyokusumo: Seakan akan manusia TERLEPAS DARI PANCERNYA DARI SUMBERNYA DARI PUSAT PENGENDALINYA. [19/10 21.47] Suhandono Wijoyokusumo: Saat TERKONEKSI dengan PANCERNYA manusia menjadi ELING DAN WASPADA [19/10 21.50] Suhandono Wijoyokusumo: HANYA BUTUH SADAR BAHWA JASMANI DAN RUHANI ITU ESA seketika itu juga TERKONEKSI.

testimoni josss

Gambar
Cerita ibu saya ( Si Khobboer Ridho ) Kemarin dia lagi di toko kacamata, tiba tiba datang seorang bapak menghampirinya dan berkata bahwa dia masuk ketoko itu karena melihat sinar warna warni terang benderang yang memancar keluar toko tersebut, dan bapak tsbt sangat penasaran pingin tahu asal sinar tersebut, dan dia bilang bahwa sinar tersebut berasal dari tubuh ibu saya,   belum hilang terkejut ibu saya, tiba tiba bapak itu sampai sungkem sungkem  menanyakan ibu punya amalan apa dan memaksa ibu saya untuk mengajarinya bahkan bapak tersebut bilang berani bayar segala, dalam kebingungan dan terkejut ibu saya bilang bahwa dia orang bodoh tidak bisa apa, sekolahnyavaja hanya SD, dan si Bapak tadi terus memaksa dan minta alamat rumah. Setelah drama tersebut selesai orang orang yang berada di toko tersebut pada heran melihat kejadian tersebut, bahkan saat bapak tersebut meninggalkan toko sang pemilik toko sempat bilang terima kasih dengan gembira kepada si bapak. Ternyata bapak...