KUNDALINI — Api Sunyi yang Bangun dari Akar
KUNDALINI — Api Sunyi yang Bangun dari Akar
Kundalini itu bukan sensasi, bukan pula tontonan.
Ia api sunyi—diam, sabar, dan setia menunggu manusia cukup dewasa untuk memikul terang.
Ia tidur di dasar kehidupan, di akar tulang ekor,
seperti ular tua penjaga bumi:
tidak menyerang, tidak membujuk—
hanya bangun ketika dipanggil oleh disiplin, kejujuran, dan niat yang bersih.
Saat Kundalini bergerak,
ia tidak naik karena ambisi,
melainkan karena ketertiban batin.
Napas yang lurus.
Pikiran yang jujur.
Hidup yang tidak bercabang ke mana-mana.
Banyak orang ingin terbang,
padahal belum berani berdiri tegak.
Kundalini tidak suka jalan pintas.
Ia tradisional—menghormati jalur lama:
tubuh dulu ditata,
energi dulu disaring,
ego dulu dilunakkan.
Ketika ia naik,
ia bukan membawa kekuatan,
melainkan tanggung jawab.
Karena semakin tinggi cahaya,
semakin jelas bayangan diri sendiri.
Kundalini bukan untuk pamer spiritual.
Ia CEO kesadaran—
datang untuk merestrukturisasi total:
mana yang palsu akan runtuh,
mana yang sejati akan naik ke meja direksi batin.
Dan pada akhirnya,
tujuan Kundalini bukan ekstase,
melainkan kehadiran penuh:
makan dengan sadar,
bekerja dengan jujur,
diam dengan damai.
Api itu tidak membakar dunia.
Komentar
Posting Komentar