tulisan DHYANA PART 5
Tulisan DHYANA PART 5
Kita masuk ke jantung operasionalnya.
Apa peran disiplin dalam menjaga konsistensi Dhyana?
Jawaban blak-blakan:
Tanpa disiplin, Dhyana cuma “mood”
Kalau latihan nunggu mood:
hari ini rajin
besok capek
lusa lupa
minggu depan… hilang
Dhyana berubah jadi hobi musiman — kayak treadmill yang jadi gantungan baju.
1. Disiplin = membangun jalur di otak
Setiap kali duduk:
fokus terbentuk
pengamatan makin halus
reaksi otomatis melemah
Ini kerja neuroplasticity — compounding.
Skip terlalu sering? Jalurnya amblas lagi. Reset.
Makanya konsistensi > heroik sesekali.
2. Disiplin itu bukan memaksa — tapi menata
Beda ya:
“Aku harus! Kalau tidak, aku gagal!”
“Ini rutinitasku — seperti menyikat gigi.”
Lebih kalem, tapi solid.
No drama. No guilt trip.
3. Framework simple (ala corporate)
Biar rapi — treat Dhyana kayak project:
Scope: 10–20 menit per hari
Time: jam yang sama (pagi / malam)
KPI: hadir, duduk, sadar napas — itu saja
Retrospective: catat 2–3 baris setelah selesai
Bukan soal “pengalaman wow”.
Yang penting: hadir. titik.
4. Trik survival saat malas datang
Karena malas pasti datang — itu default.
“2 menit dulu”
Biasanya lanjut sendiri.
duduk, walau kacau — tetap dihitung
jangan nge-judge hasil
tidur cukup, tubuh membantu pikiran
Ingat:
duduk buruk, tidak duduk sama sekali.
5. Tanda disiplin mulai bekerja
Pelan tapi nyata:
lebih cepat sadar saat emosi naik
jeda sebelum bereaksi jadi lebih panjang
pikiran nggak terlalu drama queen
hati lebih lembut, tapi tegas
Low noise. High signal.
6. Disiplin + kelembutan = kombinasi emas
Kalau cuma disiplin → kaku.
Kalau cuma lembut → malas.
Formula:
tegas pada jadwal, lembut pada proses.
Datang tiap hari —
Komentar
Posting Komentar