tulisan DHYANA PART 6
Tulisan DHYANAPART 6.
Mengapa pikiran justru makin “berisik” saat mulai bermeditasi?
Ini paradoks klasik — dan hampir semua praktisi mengalaminya.
Jawaban jujurnya:
Pikiran tidak tiba-tiba jadi berisik.
Yang terjadi adalah:
kamu baru mulai mendengar kebisingan yang selama ini ada.
Sebelumnya — sibuk, distraksi, scrolling, ngobrol, kerja.
Bisingnya tetap ada… cuma ketutup aktivitas.
Begitu duduk diam,
semua yang biasanya kamu cuekin, naik ke permukaan.
1. Kesadaran jadi terang — sampah terlihat
Bayangin ruangan remang.
Kelihatannya rapi.
Nyalakan lampu terang…
Ternyata:
debu, sarang laba-laba, remah-remah — semuanya kelihatan.
Meditasi itu menyalakan lampu.
Yang kamu lihat bukan masalah baru — cuma realitas yang belum disadari.
2. Ego tidak suka kehilangan kendali
Saat kamu diam dan mengamati, ego berbisik:
“Ini buang waktu.”
“Nanti aja.”
“Kayaknya salah metode.”
“Lebih baik buka HP.”
Itu bukan kamu.
Itu mekanisme pertahanan lama — takut teregulasi.
Semakin kamu diam,
semakin ego coba bikin drama.
3. Sistem saraf sedang “detoks”
Saat ketenangan masuk:
emosi lama muncul
memori terangkat
kegelisahan keluar
Ini mirip badan yang lagi buang racun:
nggak nyaman dulu — lalu lega.
Bukan tanda gagal.
Justru tanda proses berjalan.
4. Kesalahan umum
panik: “Kenapa jadi makin kacau?”
berusaha memaksa pikiran jadi kosong
marah pada diri sendiri
Yang benar:
sadar
izinkan lewat
kembali pelan ke napas
Se-simple itu. Tanpa drama.
5. Bagaimana melewatinya
Beberapa tips yang praktis:
perpendek durasi (10–15 menit dulu)
fokus pada napas di hidung / perut
saat pikiran lari, katakan pelan dalam hati:
“berpikir…” lalu kembali ke napas
sering tersadar? Bagus — itu progres, bukan gagal
Ingat:
tujuannya bukan membuat pikiran berhenti,
tapi membuatmu tidak diperbudak olehnya.
6. Tanda kamu mulai melewati fase berisik
Pelan-pelan:
jarak antara “pikiran muncul” dan “kamu terseret” makin panjang
kamu lebih cepat sadar
gangguan masih ada — tapi tidak mendikte
Ini growth yang nyata.
Komentar
Posting Komentar